Saturday, 15 November 2014

Pipa Pembuangan dalam Kolom atau Slof

Saya sampai tidak habis fikir, bagaimana sebuah rumah yang di desain oleh Arsitek bisa melakukan hal ini, yaitu menempatkan pipa pembuangan kotoran pada sebuah kolom atau dinding yang menembus hingga ke sloof.

Dan anehnya, hal ini umum dilakukan pada banyak perumahan. Memang pada banyak kasus, penempatan pipa seperti ini dirasa lebih simpel dan hemat. Lagi pula, selama ini kebiasaan seperti ini tidak pernah menimbulkan masalah.

Benar, hampir setiap rumah yang melakukan ini biasanya tidak memiliki masalah. Tapi kita bicara bukan hanya masalah kebiasaan, tapi masalah benar atau salah.

Kolom dan sloof terdiri dari 2 komponen yang masing-masingnya memiliki fungsi yang penting. Yang pertama adalah besi, yang berfungsi menahan gaya tarik. Dan kedua adalah beton, yang berfungsi menahan gaya tekan.

Bagaimana bila fungsi salah satunya dikurangi? Maka yang terjadi adalah tidak berfungsinya salah satu, atau setidaknya berkurang kekuatannya. Sedangkan biasanya, perhitungan beban terhadap kolom dan sloof dihitung mepet, alias pas-pasan.



---Kesalahan dalam Pembangunan Rumah berikutnya--->
Read More

Friday, 14 November 2014

Topi Jendela di Bawah Oversteak


Dalam desain rumah minimalis, topi-topi adalah salah satu hiasan dalam fasade rumah. Permainan topi, bantalan, tali air dan sedikit variasi batu alam atau marmer umum kita jumpai dalam fasade rumah minimalis.

Tetapi dalam desain, semua desain harus tetap berdasarkan fungsinya. Jika fungsinya tidak ada, atau bahkan menganggu, maka desain itu dianggap sia-sia dan tidak berguna sama sekali.

Bentuk topi jendela yang diletakkan dibawah oversteak, baik oversteak atap maupun oversteak lantai adalah sebuah kesalahan dalam sebuah desain bangunan. Selain tidak berfungsi (baik sebagai penahan air hujan maupun sebagai peneduh dari panas), topi ini juga akan mempersulit dari segi perawatan. Karena diatas topi ini, mudah terjadi kotor yang sulit dibersihkan. Lebih sulit lagi, ketika jarak antara topi dan overstek terlalu dekat.
 

----Kesalahan Desain dalam Bangunan berikutnya---->
Read More

Beberapa Kesalahan dalam Disain Rumah

Rumah, kadang walaupun direncanakan dengan baik, dengan Arsitek yang berpengalaman, memiliki kesalahan-kesalahan. Baik disadari maupun tidak.

Uniknya, kesalahan ini terjadi menahun. Dilakukan terus menerus hingga banyak yang tidak menyadari jika hal itu merupakan suatu kesalahan. Ada juga Arsitek yang tidak tahu, tetapi 'ikut-ikutan' membuat kesalahan tersebut.

Baik kita bahas beberapa kesalahan dalam disain rumah.

Bak Bunga di Depan Jendela



Bak bunga di depan Jendela, ditujukan untuk memberi keindahan dan suasana hijau. Banyak dari kita membuat bak bunga itu di depan jendela dalam disain sebuah rumah dan gedung.

Menurut saya, banyak desainer yang tidak mengerti esensi dari perletakkan bak bunga ini. Hingga, hanya menjadi tempelan semata tanpa tau apa fungsi dan konsekuensi dari bak bunga tersebut.

Bak bunga di depan jendela, terutama jendela atas baik di lantai 2 dan seterusnya akan mempersulit perawatan. Baik perawatan bagi rumah itu sendiri, maupun perawatan bagi tanaman yang ditanamnya.

Tanaman harus dirawat dengan melakukan penyiraman. Hal ini sulit tentu sulit dilakukan jika penempatannya dilantai atas? Dan jikapun bisa dilakukan, maka "cipratan" air dan tanah yang ada di bak bunga akan mengotori dinding dan kusen disekitarnya. 

Alhasil, kebanyakan pot bunga, jadi bunga mati dan tidak terawat. Inilah kesalahan disain yang menurut saya seringkali dilakukan.

Ada baiknya, anda pertimbangkan kembali jika ingin melakukan disain seperti ini.


---- Baca Kesalahan dalam Disain Rumah berikutnya ---->
Read More

Wednesday, 12 November 2014

Beberapa Konsep Perumahan yang (Mungkin) Belum Terpikirkan

Saat ini, berkembang beberapa konsep Hunian. Mulai dari konsep Kota Wisata, dengan beragam Arsitektur dunia disetiap Cluster atau Blok. Sampai konsep Hunian Kota Mandiri, dengan kelengkapan fasilitas kota yang komplit. Rata-rata, konsep Hunian/Perumahan itu dilaksanakan dalam skala besar dan untuk kalangan atas atau elit.

Lalu bagaimana dengan konsep hunian atau perumahan kecil? Mereka sepertinya lebih kepada pemenuhan mencari keuntungan. Hingga, untuk perumahan kecil yang memiliki luas lahan kecil atau berupa Cluster-cluster lebih terkesan "asal jadi". Bahkan beberapa pengembang, tidak memiliki perencanaan apa-apa. Dan sebagian lainnya hanya mencontek konsep dan bentuk rumah dari beberapa perumahan yang sudah ada.

Padahal, akan terasa lebih apik jika pengelolaan perumahan -meski dalam skala kecil/menengah- dilaksanakan dengan memikirkan konsep hunian yang baik untuk penghuninya. Beberapa pemikiran, akan memberi pilihan yang memuaskan selera pembeli atau penghuni.

Berikut ini adalah beberapa Konsep Perumahan yang terpikirkan oleh saya dan mungkin juga bagi anda, tetapi belum banyak terealisir. Contoh berikut sekedar Ide, yang selebihnya bisa dikembangkan sendiri oleh masing-masing pengembang sesuai kondisi dan lingkungan sekitar perumahan yang akan dibangun.

1. Rumah Tumbuh

Konsep Rumah Tumbuh sering kita dengar dari sebuah pembangunan rumah. Tapi saya sendiri belum pernah dengar konsep ini diterapkan oleh sebuah perumahan. Konsep rumah tumbuh ini, akan membuat pembeli rumah tipe kecil, memiliki kesempatan menambah rumahnya baik vertikal (ke atas/Tingkat) atau Horizontal (Kesamping/belakang/depan) tanpa harus melakukan perombakan berarti terhadap rumah yang dibelinya.

Kita tahu, bahwa banyak -dan hampir semua- perumahan tipe kecil akan mengalami renovasi setelah beberapa tahun ditempati penghuninya. Rasanya, kita perlu mempertimbangkan sebuah konsep rumah tumbuh hingga penghuni dapat berkreasi menambah kamar atau ruangan lainnya dengan tidak banyak mengeluarkan biaya.

Rumah Tumbuh Vertikal

Syarat-syarat untuk bisa tumbuh vertikal/ke atas adalah dengan membuat tiang-tiang bangunan yang berpola dan dengan besaran yang lebih dari pada sekedar kolom praktis.

Pola-pola/Grid kolom akan mempermudah penghuni dalam membuat pola ruang diatasnya. Sementara, kolom yang cukup besar memungkinkan penghuni tidak perlu membuat kolom tambahan (Kolom suntik).

Rumah Tumbuh Horizontal

Untuk rumah horizontal, konsep bisa diatur dengan perletakan ruang yang apik. Misalnya; biasanya sebuah rumah kecil memiliki ruang tamu kecil, ruang makan dan dapur disatukan atau malah tidak ada. Maka perlu sebuah konsep, ketika menambah besar ruang tamu maka ruang tamu yang ada bisa difungsikan sebagai ruang makan dan dapur. Atau misal sebuah ruang tidur akan ditambah, sehingga ruang tidur utama bisa diberikan kamar mandi sendiri, maka pengaturan dan perletakan Kamar Mandi harus diatur agar memungkinkan dapat disatukan tanpa merubah Kamar Mandi itu sendiri.

Organisasi ruang perlu dipikirkan dalam hal ini, sehingga kita bisa menambah ruang seperti Kamar Tidur, menambah Dapur, memperbesar Ruang Tamu dengan leluasa tanpa banyak melakukan renovasi.


2. Dua Rumah Satu Tampak

Jujur, konsep ini pernah saya dengar dari senior saya. Beliau menjelaskan tentang konsep bagaimana sebuah rumah dengan tipe kecil, bila seseorang yang misalnya suatu saat memiliki keinginan untuk membeli rumah di sebelahnya, maka kedua rumah itu akan tampak seperti satu Rumah!

Ini salah satu konsep unik yang perlu dipikirkan juga oleh pengembang. Kejadian seperti ini, yaitu orang yang membeli dua rumah dalam perumahan kecil dengan fasilitas KPR banyak terjadi. Maka, ketika pengembang membuat sebuah konsep perumahan dengan Tampak yang bisa menyatu ketika seorang membeli dua rumah, akan memudahkan penghuni untuk tidak banyak melakukan perubahan pada rumah yang telah ia beli.

Kesatuan ini juga perlu dipikirkan tidak hanya berhubungan dengan Tampak/Fasade, tapi juga kesatuan ruang yang memungkinkan penggabungan akan memberi fungsi pada masing-masing ruang. Misalnya, ketika digabungkan, dengan sedikit perombakan akan menjadikan fungsi Ruang Tamu yang satu menjadi Ruang Tamu dan yang satu lagi menjadi Ruang Keluarga, misalnya.


3. Rumah Islami

Ini yang sangat menjadi konsen saya. Saya seringkali memikirkan sebuah konsep Rumah Islami. Dimana dalam konsep itu tidak hanya memikirkan konsep "Islami" yang umum, yang sering menjadi tulisan, tetapi tidak benar-benar mencapai sasaran. Tetapi konsep Islami yang benar-benar "Islami".

Maksud saya, banyak tulisan mengenai "Rumah Islami" tapi hanya memikirkan bahwa sebuah rumah harus bersih, indah, nyaman bagi penghuni, dll. Padahal, konsep seperti ini adalah konsep umum yang harus ada pada rumah.

Konsep Islami yang saya maksud, bahwa penataan ruang dan bangunan benar-benar mempengaruhi penghuni untuk membangun kehidupan Islami yang sesuai Al-Quran dan Sunah Rasul. Beberapa hal yang mungkin saya bisa tuliskan disini:

- Rumah Islami harus mampu membatasi/menjaga penghuninya dari aurat yang terbuka. Maka konsep "hijab" dalam rumah Islami harus benar-benar membatasi antara ruang publik, semi publik dan privat.

- Ruang makan yang memungkinkan penghuninya menjalankan sunah Rasul. Mampu "memaksa" penghuni untuk tidak makan berdiri, menyuap dengan tangan kanan, dan sebagainya.

- Ruang Tidur harus membuat penghuninya tidur secara sunah. Lampu yang mati ketika hendak tidur, badan miring ke arah Kiblat dan sebelah kanan, dll.

- Kamar Mandi yang tidak menghadap Kiblat dan Ruang Shalat yang jadi "central" sebuah Rumah Islami, sehingga memungkinkan semua penghuni selalu betah dan ingat waktu-waktu sholat.

Itulah beberapa konsep perumahan yang ada dalam "Impian" saya. Dan konsep-konsep lain masih mungkin bisa terpikirkan seandainya saja kita serius memikirkan kebutuhan penghuni dalam membuat sebuah perumahan.

Semoga bermanfaat


David Usman Arsitek (021-83843944)
Read More

Saturday, 2 June 2012

Redesign Interior Kamar Hotel

Rumah Idaman kali ini kebetulan sedang mengerjakan beberapa Desain Interior. Gimana kalo kita share di sini. Ya, kita akan share desain Kamar Hotel yang saya 'rahasiakan' tempatnya. Waduh... so main rahasia.

Kamar Hotel yang kita re-desain ini memang terkesan gelap dan 'sumpek' (atau memang sengaja di bikin remang-remang ya :)... ). Dengan interior dominasi warna coklat kayu yang mulai terlihat kusam, ditambah dengan banyaknya elemen ruang yang mempersempit ruang, semakin membuat sumpek.

Kira-kira, beginilah layout existing dari Kamar Hotel tersebut:


Di bagian belakang layout, ada sebuah meja setinggi 75 cm dengan lebar 60 x 60, ada sebuah kursi dan sebuah lemari TV dengan TV Tabung 21 Inc. Terkesan penuh di bagian belakang.

Lantai kamar dari karpet berbulu dan berwarna coklat, yang bisa dibilang sudah kumuh pula.

Di bagian tengah kamar ada tempat tidur yang perlu di -Refinishing- tentu, karena juga sudah terlihat tua.

Begitu pula Lemari dan Meja Rias di bagian depannya.


Membuat Terkesan Luas

Membuat desain yang terkesan luas, hal pertama yang dilakukan adalah... jangan bikin sempit! Dengan memberi warna cerah, maka kita tidak membuat ruang terlihat sempit. Supaya juga tidak bikin sempit, buang sebagian barang yang tidak berfungsi atau membuat sesak ruang. Hal lain, adalah pengaturan cahaya hingga tidak membuat kesan kusam dan remang... (kecuali kalo memang yang niat ber -remang-remang- di kamar Hotel ... :) ).


Langsung Saja

Wah, salah ya? Kok Langsung Saja jadi Sub Judul. Biar deh. Saya membuat beberapa perubahan pada kamar hotel tersebut dengan beberapa item:

- Cat dinding yang tadinya berwarna Cream, saya ganti dengan cat putih.
- Cat kayu dengan lapis melamic dengan sangat terpaksa saya ganti dengan warna kombinasi putih dan abu-abu yang cenderung ke warna Hitam dengan finishing Duco, sebab finishing melamic membutuhkan kerja keras yang tinggi dan pengecatan yang berkali-kali.
- Kombinasi warna merah menyala, menghidupkan suasana ruang.
- Meja makanan di bagian belakang, saya 'pangkas' hingga menjadi meja kecil dengan tinggi 40 cm.
- Meja TV saya 'buang' (kalo di kasih manajer hotelnya, boleh juga di buang ke rumah saya...). Karena terkesan 'gendut' dan 'tidak bermoral'.
- Dibanding dengan refinishing meja TV yang bisa mencapai harga Rp. 2 juta, gimana kalo kita ganti saja TV dengan LCD? Selain menghemat tempat, juga agar terlihat lebih modern. (haree genee masih pake TV Tabung?)...
- Sofa di bagian belakang yang cuma satu, membuat 'iri' tamu yang rata-rata datang berdua. Sampe-sampe mereka main gebuk-gebukan di kasur untuk memperebutkan itu kursi. Jadi saya pikir perlu sebuah sofa yang minimal bisa menampung 2 penumpang... tarik mang...
 - Gordyn dengan model yang ditutupi kayu, menambah berat ruang. Jadi saya ganti dengan yang lebih ringan.
- Drop Ceiling yang ada di atas jendel dan juga di atas lemari baju saya ganti dengan drop ceiling di atas tempat tidur agar terkesan 'akrab'.
- Karpet yang mulai terlihat kumuh memang sudah diniatkan oleh manajemen Hotel untuk di ganti dengan Marmer. Hingga saya hanya menambahkan permadani di bawah tempat tidur. 
- Dan perubahan-perubahan lain yang mungkin saya lupa untuk menuliskannya.

Hasilnya, mudah-mudahan tidak mengecewakan:

Suasana sebelumnya (aslinya) :

 Sayang sekali ternyata teman saya nggak pintar memotret... 

Hasil re-Design :

Demikian, semoga bermanfaat baik bagi anda... terutama bagi saya, kali aja kebanjiran permintaan Desain Interior...

Arctek Vision/David Usman 02183843944

Read More

Friday, 25 May 2012

7 Prinsip Desain Arsitektur : Unity atau Kesatuan

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Akan mudah bagi kita untuk mencerna makna kesatuan dalam keseragaman atau kesamaan unsur atau kelompok. Bila sekelompok anak sekolah dengan baju putih biru berkelompok, itu adalah sebuah kesatuan. Bila sekumpulan bebek bergerombol, itu adalah kesatuan. Begitu pula batang dari daun kelapa yang di jadikan sapu lidi, itu adalah kesatuan.

KESATUAN













Tapi kita menemukan juga kesatuan yang lain. Yang dalam prakteknya malah lebih sering terjadi, yaitu kesatuan dari unsur-unsur yang berbeda. Tentunya, hal ini tidak bisa dihindari dalam desain Arsitektur.

Dibutuhkan sebuah "Pengikat" untuk menyatukan segala macam unsur. Pengikat inilah yang membentuk unsur-unsur menjadi sebuah "KESATUAN atau UNITY".

Dibawah ini sebuah contoh:

Bukan KESATUAN karena perbedaan bentuk


Di "Ikat" menjadi satu, dengan sebuah elemen pengikat

Contoh yang lebih komplek, misalnya sebuah kelompok bangunan di sekolah atau Kampus. Dengan bentuk yang beragam, mereka perlu di "Ikat" dalam kesatuan warna, ciri khas tertentu misalnya cat lisplank berwarna biru, atau kesamaan Arsitektur lainnya.

Catatan:

Tulisan ini hanyalah sebagai perangsang, bukan teks book. Hingga untuk detail anda memang harus mencari sumber buku referensi.

Terima kasih

Read More

Thursday, 17 May 2012

Jasa Desain Rumah Idaman Online

Jasa Desain Rumah Idaman Online adalah jawaban atas kebutuhan Desain Rumah yang simple, mudah dan cepat. Selain itu, jauhnya jarak antara Desainer/Arsitek dan Owner menjadi kendala bagi sebuah Desain Rumah Idaman. Karena itu, sebagai bentuk kepedulian kami atas Jasa Desain Rumah maka kami membuat program Jasa Desain Rumah Idaman Online.

Sebelumnya, mungkin anda akan bertanya kenapa butuh seorang Desainer untuk rumah anda? Karena perencanaan yang matang bagi Rumah Idaman anda, tidak hanya membuat pengerjaan jadi terarah dan sesuai impian tetapi juga biaya yang anda keluarkan lebih murah ketimbang bila anda membangun tanpa perencanaan!

Berapa Biaya yang Harus Anda Persiapkan

Harga kami tidak terlalu tinggi. Mungkin pula tidak terlalu rendah, karena kami harus memikirkan profesionalitas kami. Karena motivasi kami adalah membantu anda mewujudkan Desain Rumah Idaman Anda.

Untuk Rumah dengan luas KURANG dari 50 M2 kami hanya mengenakan biaya Desain  yaitu Rp. 35.000 /M2.

Untuk Rumah dengan luas LEBIH dari 50 M2 hingga 100 M2 kami mengenakan biaya Desain Rp. 30.000 /M2.

Untuk Rumah dengan luas LEBIH dari 100 M2 kami mengenakan biaya Desain Rp. 25.000 /M2.

(Untuk bantuan Profesional langsung ke Lapangan (Tidak Online) kami mengenakan biaya Transportasi dan Konsultasi)

Biaya Jasa Desain Rumah Idaman Online dibayar Rp. 200.000 saat anda mengirimkan Gambar Site/Lokasi/Tanah yang artinya permintaan Desain telah anda ajukan, dan sisanya dibayar saat pengiriman Gambar Denah, Tampak dan 3D pertama.


Yang anda dapatkan dari HARGA DESAIN di atas adalah: 

- Gambar Denah (Lantai 1 dan Lantai 2 bila ada).
- Gambar Tampak Depan, Belakang, Samping Kanan dan Kiri. 
- Gambar 3D Google Sketchup.
- Konsultasi Online (email dan SMS/BBM atau Telpon bila diperlukan).
- Perubahan gambar sebanyak 1 kali (Max.) bila gambar pertama tidak memenuhi selera anda.




Yang tidak termasuk dari HARGA DESAIN di atas adalah: 

- Gambar IMB (Rp. 350.000 perlembar A1)
- Gambar kerja (Rp. 125.000 perlembar A3)
  (Denah, Tampak, Potongan melintang dan memanjang, Gambar Rencana Atap, Denah Pondasi.).
- Gambar Detail (Rp. 125.000 perlembar A3)
  (Detail Pondasi, Detail Atap, Detail Pintu dan Jendela, Detail KM/WC).
- Gambar Detail Utilitas dan Elektrikal. (Rp. 125.000 perlembar A3)
  (Gambar Rencana Air Bersih dan Air Kotor, Gambar Rencana Listrik, Gambar Detail Septic Tank dan Rembesan.). 
- RAB (Rencana Anggaran Biaya). (Rp. 200.000,-)
- Jasa pengiriman bila anda ingin Print Out Gambar.
(Dimungkinkan bila meminta Gambar Desain saja, atau Gambar Desain berikut Gambar IMB, atau Gambar Komplit tanpa RAB, atau Semua Gambar dan RAB). 



Data yang anda HARUS persiapkan:

- Ukuran panjang dan lebar tanah. (Terperinci, lebar kanan-kiri, panjang kanan-kiri. Kami TIDAK MENERIMA gambar site dengan SKALA yang tidak diperinci LEBAR dan PANJANG. Karena perbedaan skala sedikit saja akan menghasilkan luas yang berbeda.).
- Peta situasi di kanan, kiri, depan dan belakang
- Arah mata angin (Utara).
- Permukaan tanah (Rata, Bergelombang atau mendaki)
- Situasi lingkungan, apakah perumahan atau di perkampungan.
- Lebar jalan di muka rumah.
- Aliran air kotor (selokan di Site/Lingkungan)
- Luas Bangunan yang anda inginkan 
(Akan lebih baik bila berupa denah situasi dan dilampirkan di email ke davidusman(at)arctek-vision.com)



Data Rumah yang anda inginkan (OPTIONAL):

- Banyaknya Kamar Tidur
- Banyaknya Kamar Mandi
- R. Tamu dan R. Keluarga
- Dapur dan KM/WC
- Carport atau Garasi yang anda perlukan
- Tipe Rumah yang anda inginkan (Modern, Klasik, Minimalis, Mediteran, dll). Contoh gambar rumah yang menarik bagi anda bisa saja dilampirkan sebagai bahan pertimbangan desain (bukan untuk di contek!).

Data Pribadi anda dan Keluarga (OPTIONAL): 

- Agama
- Suku

- Jumlah Anggota Keluarga
- Umur masing-masing anggota Keluarga
- Pekerjaan masing-masing anggota keluarga
- Hobi

Permintaan Khusus (OPTIONAL): 

- Misalnya Ruang Tamu yang besar, atau Ruang Keluarga yang Luas.
- KM/WC yang besar.
- Dapur yang menghadap ke Timur, misalnya.
- dll.

Pada intinya, semakin banyak data yang kami bisa himpun semakin mudah dalam mendesain RUMAH yang sesuai IDAMAN anda.


Ketentuan, Syarat dan Perjanjian bisa di BACA di SINI


Demikian Terima Kasih


David Usman Arsitek (02183843944, PIN 7FD243DF8, GTalk dapitdong, Yahoo Messengger dapitdong(at)yahoo.co.id).
Read More

Saturday, 12 May 2012

Rumah Islami

Beberapa waktu lalu saya hendak menulis buku "Rumah Islami". Project membuat tulisan tentang Rumah Islami timbul dari keinginan saya membuat "penyeimbang" terhadap konsep-konsep perumahan yang berkembang, utamanya konsep "FENG SHUI". Artinya, bila ada kepercayaan dan tradisi yang bisa mengembangkan konsep sebuah RUMAH, kenapa tidak dengan Islam?

Sebagai Agama yang Rahmatan lil 'alamin, pasti ada nilai-nilai arsitektur, terutama perumahan yang bisa kita gali. Sebagai Agama yang mencakupi segala sendi kehidupan, pasti juga melingkupi pula tentang Rumah pada khususnya dan Arsitektur pada umumnya.




Baiti Jannati, adalah sebuah konsep umum yang dahsyat tapi terbuang begitu saja sejalan dengan keterlenaan kita dengan nafsu ingin mambuat rumah yang megah dan mewah dengan konsep Feng Shui, Modern, Gothic, Klasik, Mediteranian, atau bahkan Rumah Minimalis. Padahal, kata-kata "Rumahku adalah Istanaku" bukan mengartikan bahwa rumah menjadi tempat yang MEGAH, semegah Istana. Tetapi Rumah menjadi tempat yang nyaman untuk berlama-lama di dalamnya. "Baiti Jannati" bukan keluar dari mulut seorang Raja dengan Istananya. "Baiti Jannati" keluar dari sabda seorang Nabi akhir jaman yang penuh kesederhanaan. Kesederhanaan pula dalam bangunan rumah yang Beliau Salallahu 'alaihi Wasalam tempati. Dengan demikian, pasti bukan bermewah-mewah konsep yang beliau maksudkan. Tapi Istana yang membuat nyaman bagi Istri dan keluarga. Atau bilapun sebuah rumah terlihat "mewah", tetap kesederhanaan, keceriaan, kepedulian terhadap tetangga harus di kedepankan.

Kembali kepada cerita saya ketika ingin menulis buku. Setelah membuat beberapa OUTLINE, saya tinggalkan begitu saja. Hingga pada akhirnya data yang ada hilang bersamaan terjualnya komputer saya... :<. Dengan bermaksud ingin meneruskan kembali apa yang telah saya mulai, sejak hari ini saya ingin membagi dalam situs www.arctek-vision.com ini tulisan yang mungkin tidak banyak berharga. Tetapi setidaknya saya ingin menggali -seberapa kecilpun- konsep-konsep Rumah Islami.

Sebagai pembuka, saya berikan link download sebuah e-book yang menurut saya cukup bagus untuk anda yang berjudul "Penerapan Konsep Arsitektur Islami Sebagai Alternatif Dalam Perencanaan dan Perancangan Rumah Tinggal".


Silakan di Download di Bawah Ini. Terima Kasih.

Salam

Arctek Vision /David Usman (02183843944)



Penerapan Konsep Arsitektur Islami Sebagai Alternatif Dalam Perencanaan dan Perancangan Rumah Tinggal pdf

View more ebooks on ebookbrowse.com


Read More

Friday, 11 May 2012

7 Prinsip Desain Arsitektur : Urut-urutan

Sekali lagi kita mengulang definisi Urut-urutan dalam 7 Prinsip Desain Arsitektur:

Urut-urutan adalah suatu peralihan atau perubahan pengalaman dalam pengamatan terhadap komposisi urut-urutan yang baik peralihan atau perpindahan ini mengalir dengan baik, tanpa kejutan yang tak terduga, tanpa perubahan yang mendadak. 

 Maka, tentang urut-urutan lebih mudah untuk di gambarkan sebagai berikut: sesuatu yang teratur, mengalir dan sesuai dengan "pakem". Sehingga terjadi kesinambungan dan tetap menjadi satu kesatuan. Berikut bisa kita gambarkan sebagai urut-urutan.

Urutan Angka


 Urutan Manusia


Urutan manusia: Bayi - Anak-anak - Remaja - Alay :D - Dewasa - Kakek-kakek... ^^
Urutan Proses Evolusi

Begitulah dalam proses Desain Arsitektur, ada urut-urutan yang harus kita pertimbangkan. Urutan, bisa menjadi transisi sebuah ruang. Urutan bisa menjadi sebuah persiapan "merasakan" sebuah kejutan, dan urutan bisa pula menjadi tingkat nilai sebuah ruang.

Sebagai contoh:






Silakan anda cari urutan dalam Arsitektur, setelah saya gambarkan mengenai urut-urutan dalam Desain Arsitektur. Semoga bermanfaat.  Tulisan sebelumnya mengenai 7 Prinsip Desain Arsitektur : Proporsi silakan dilihat.





David Usman Arsitek (02183843944) Pin 7D243DF8





Read More

Wednesday, 9 May 2012

Kesan Luas di Lahan Terbatas




Tulisan ini adalah terusan dari tulisan saya mengenai Desain Rumah Dengan Kesan Luas di Lahan Terbatas. Tidak hanya luas, Insya Allah juga terkesan mewah.

Seperti yang sebelumnya saya pernah katakan bahwa ukuran tanah "hanya" 6 x 15 meter. Hingga, rasanya sulit tanpa memperhitungkan pembagian ruang untuk memiliki rumah dengan kesan luas.

Sebagai kelanjutan tulisan saya yang pertama di atas, disini saya hanya memberikan screenshoot gambar denah lantai satu dan dua, dan keseluruhan.

Untuk mendownload, saya persilakan untuk ke GUDANG GAMBAR GOOGLE. Khusus di Gudang Gambar, anda bisa mengangkat bagian atap, denah lantai 2 dan lantai 1. Karena semuanya saya buat dalam group terpisah, hingga anda bisa melihat interior di dalam nya.

Mudah-mudahan bermanfaat.





Anda butuh bantuan Profesional untuk Mendesain dan Membangun Rumah Idaman Anda?
Hub: David Usman Arsitek (02183843944) Pin 7D243DF8


Read More

Followers

Sample Text

Loading

Google+ Followers